Pasukan pengibar Bendera Merah Putih

Pasukan pengibar Bendera Merah Putih

Insan pendidikan di seluruh Indonesia kembali memperingati hari guru. Peringatan hari guru yang ditetapkan setiap tanggal 25 November itu tercetus sejak 100 hari pasca diproklamasikannya bangsa ini pada 17 Agustus 1945. Sejarah hari guru sangat panjang. PGRI menjadi cikal bakal hari guru yang pada saat itu bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada tahun 1932.

Guru digugu dan ditiru. Artinya, guru dipercaya dan diteladani. Pepatah ini mewartakan seorang guru memiliki tanggung-jawab besar dalam mendidik anak bangsa. Di era sebelum semaju sekarang, profesi guru merupakan pekerjaan berat. Tanggung jawab moral dan sosial sebagai guru yang selalu digugu dan ditiru harus senantiasa diemban.

Selasa (25/11) 3 unit sekolah SMP, SMK dan SMA Assisi memperingati hari Guru ke 69 lewat upacara bendera. Kegiatan ini berlangsung dihalaman SMP Assisi Siantar, para petugas upacara dibawakan para siswa SMA, mulai dari pemipimpin upacara, paskibra dan paduan suara. Turut juga hadir Ketua Yayasan Sr. Frederika sebagai Inspektur Upacara, dalam sambutannya beliau mengajak agar para guru bisa membuat para siswa mengenang guru-gurunya sebagai teladan, sebagai sosok yang jujur dan memiliki integritas. Lebih jujur, lebih cerdas, lebih kreatif, dan lebih cerah.

Selesai upacara, dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun oleh ketua Yayasan dan dibagikan kepada para guru-guru, dan diikuti dengan penampilan vocal group SMA Assisi Siantar. Acara sangat meriah dan berjalan dengan baik dan khidmat. (Lasro Sitanggang)

 

Tags: ,