“Perjalanan yang jauhnya sepuluh kilometer,
hanya bisa dicapai kalau orang berniat mengayunkan langkah yang pertama”

paskib_sma_as2015

Pengibaran Bendera Merah Putih Anggota Paskibra SMA Assisi

Kata-kata di atas tepat untuk menggambarkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Kini usia Indonesia telah mencapai 70 tahun. Apabila dianalogikan dengan seorang manusia, maka umur 70 tahun telah membuat orang itu mapan. Namun, baik kemapanan maupun kemerdekaan Indonesia pasti memulai dari titik zero. Kemerdekaan NKRI dirayakan secara meriah di seluruh pelosok tanah. Dari Sabang sampai Merauke, seluruh warga negara antusias memperingatinya.
Tak ketinggalan pula, kemeriahan kemerdekaan RI ke–70 juga dirayakan segenap warga negara di Siantar–Medan, Sumatera Utara. Camat Siantar, Kabupaten Simalungun, Bpk M. Iqbal bertindak selaku inspektur upacara (Irup) pada peringatan HUT ke–70 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di lapangan Rambung Merah, Senin (17/8) yang dihadiri para pejabat TNI/Polri, pejabat sipil, veteran, DPRD, pemuda, pelajar, dan komponen masyarakat. Acara demi acara tibalah saat yang ditunggu-tunggu yakni pengibaran Bendera Merah Putih. Irup menyerahkan Bendera Sang Merah Putih kepada Herniati Sidauruk. Pelajar kelas XI (sebelas)  MIA-1 ini bersama 47 teman bergabung dalam kelompok  Paskibraka Kecamatan Siantar 2015. Kedua ujung bendera Merah Putih dipegang erat Herniati Sidauruk dengan penuh keyakinan dibentangkannya bendera kebanggaan bangsa Indonesia ini. Perlahan tapi pasti bendera Merah Putih pun terbentang dengan sempurna di Lapangan Rambung Merah-Siantar.

Kepercayaan mengemban tugas di perayaan puncak HUT RI ke–70 ini dilaksanakan secara baik oleh SMA Assisi Siantar. Keseluruhan proses latihan serta kerja keras selama sebulan penuh akhirnya terbayar sudah. Merah Putih kini berkibar tinggi. Anggota Paskibraka dan Paduan Suara dari SMA Assisi pantas diacungkan jempol karena sukses menjalankan tugasnya di hari yang bersejarah ini. Penampilan mereka sangat memukau dan mendapat apresiasi dari para hadirin.
Momentum hari jadi RI akan memantapkan langkah kita bersama untuk membangun daerah ini. Demikian terbentang mantap dalam spanduk pentas dengan nada : Dirgahayu Kemerdekaan RI ke–70, Gerakan Nasional “Ayo Kerja”. Tulisan ini mengandung makna yang cukup dalam yakni mengajak seluruh rakyat untuk kerja, kerja dan kerja seperti yang selalu di dengungkan oleh Presiden RI, Bapak Joko Widodo. Oleh karena itu, kita semua harus berkomitmen untuk mengimplementasikan budaya kerja dalam mengisi hari kemerdekaan diusianya yang ke–70.

Usai upacara bendera, Irup dan para pejabat sipil memberikan cenderamata kepada 12 orang veteran yang hadir sebagai tanda penghargaan atas pengabdian dan jasa-jasanya kepada Negara Indonesia.
Sebanyak 48 orang Paskibraka dan 70 orang anggota paduan suara yang dipimpin oleh Putri Monika Situmorang, siswi kelas X MIA-1 SMA Assisi. Mereka telah memberikan yang terbaik kepada seluruh warga yang menghadiri upacara penaikan Bendera Sang Saka Merah Putih. Warga datang dari berbagai penjuru khusus untuk mengikuti upacara bendera dan hiburan berupa parade drumb band, pementasan Kung Fu, Kelompok Karate, vocal solo, tarian, terlebih fragmentasi singkat berdurasi 30 menit. Yang patut dibanggakan adalah para siswa/siswi SMA Assisi Siantar telah menunjukkan jiwa patriotisme yang luar biasa terhadap negara. Maka untuk mengisi kemerdekaan, mereka harus terus terpacu untuk tekun belajar dan sukses dalam meraih cita-cita.

Dengan demikian, kita dapat berefleksi bahwa hari ini telah menyiratkan dalam hati kita pekikan one for all (satu untuk semua). Bendera Merah Putih merupakan lambang kemerdekaan kita. Bendera kebanggaan yang satu dan sama untuk kemerdekaan seluruh rakyat Indonesia. Maka, hari ini merupakan sejarah bagi kita untuk berziarah menuju Indonesia yang lebih bermartabat. Budaya “Ayo Kerja” adalah jawaban yang cocok untuk Bangsa Indonesia. Tugas kita sebagai warga negara adalah mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamirkan oleh pendiri bangsa tercinta ini sesuai dengan panggilan kita masing-masing. Proklamasi kemerdekaan RI menjadi sejarah kebangkitan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang memiliki martabat yang sama dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Oleh karena itu, proklamasi memiliki beberapa makna, antara lain : pertama;  proklamasi 17 Agustus 1945 dipandang sebagai puncak perjuangan rakyat Indonesia dalam mencapai kemerdekaan. Bahwa selama masa–masa perjuangan tidak sedikit yang dikorbankan (harta benda, darah, nyawa). Tujuannya adalah demi membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Merebut kemerdekaan bangsa dari tangan orang asing yang menjajah. Kedua; proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 merupakan mercusuar yang menunjukkan jalannya sejarah. Bahwa selain menjadi penunjuk jalan sejarah, juga bertujuan menginspirasi dan memotivasi perjuangan bangsa Indonesia dalam semua domain kehidupan. Jika demikian, tujuan yang lebih mulia dari proklamasi kemerdekaan ini adalah untuk kebahagiaan seluruh rakyat Indonesia menikmati alam kemerdekaan. Ketiga; proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, merupakan titik kulminasi dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Artinya, sejarah membuktikan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia bukan hadiah dari Jepang melainkan sebagai perjuangan bangsa Indonesia sendiri dan atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa. Dirgahayu RI ke-70.

Proficiat et Ad Multos Annos. *Sr. Angela Siallagan FCJM.
*Penulis : Anggota Kongregasi FCJM, berkarya di Yayasan Puteri Hati Kudus – Siantar.